Urgensi Pendidikan Bagi Perempuan
“To me, “beauty” means to be natural, cerative, honest
– to say the truth”
_ Nawal El Sadawi_
Jika kita
berbicara tentang perempuan dan pendidikan diawal tahun 2000 an, pasti banyak
pergerakan yang mengaungkan tentang kesetaraan gender. Sejalan dengan gaungan
tersebut nyatalah di tahun 2020 perempuan memiliki ruang bebas dalam berkarir
serta mengenyam pendidikan khususnya, perempuan sekarang tidak melekat dengan 3
M (macak, masak, manak). Setelah apa yang diperjuangkan para pendahulu mengenai
peran perempuan, pertanyaan untuk sekarang ini adalah bagaimana para generasi muda
melanjutkan perjuangan para pejuang kesetaraan gender yang memberikan
keleluasaan pendidikan. Bukan lagi untuk memperjuangkan hak – hak kesetaraan gender,
namun lebih kepada kesungguhan para generasi muda dalam mengenyam pendidikan,
sikap sungguh – sungguh serta ambisi untuk memperjuangkan impian setinggi –
tingginya dan memajukan bangsa serta peradaban.
Fakta dilapangan membuktikan
bahwa kesungguhan pada generasi muda masih dipertanyakan, dari laman
liputan6.com menyebutkan "Negara-negara dengan pemasangan aplikasi TT
terbanyak selama periode ini adalah pengguna berbasis di Amerika Serikat dengan
9,7 persen dan Indonesia dengan 8,5 persen," ujar Julia Chan, Mobile
Insights Analyst dikutip dari keterangan resmi perusahaan. Dan jika kita memperhatikan
postingan dari aplikasi tersebut rata – rata pengguna usia di bawah 30 tahun, redaksi
bbc.com memberitakan bahwa pihak TT mengatakan bahwa rata – rata pengguna rentang
usia 16 – 24 tahun, namun kenyataannya terdapat pengguna usia dibawah 13 tahun yang
menyebabkan TT dikenakan denda oleh pihak berwenang AS sebesar US$5,7 juta. Hal
ini sangat memprihatinkan sekali melihat para remaja lebih banyak menaruh minat
pada hal – hal yang kurang bermanfaat sehingga potensi mereka yang bisa digali terbuang
sia – sia. Walaupun tidak semua konten mengandung hal – hal yang kurang
bermanfaat namun kebanyakan dan Sebagian besar ataupun dominan pada hal – hal unfaedah.
Fenomena tersebut
adalah salah satu contoh dari sekian banyak hal – hal yang menyita waktu para
generasi muda daripada menambah wawasan yang lebih bermanfaat lainnya. Terlenanya
kaum muda ketika diberikan kemudahan akses serta kebebasan berexplore ditambah
lagi role mode yang semakin didominasi kaum non islam menjadikan
bergesernya orientasi dan paradigma mengenai kesuksesan hidup. Pada zaman
sekarang yang serba instan membuat para generasi muda terbutakan dengan kesuksesan
instan, mereka tidak menghargai proses untuk membentuk pribadi yang baik namun
orientasi hanya pada hasil, tentunya yang instan juga.
Fokus kembali dalam
masalah pendidikan, didalam islam sendiri dalam mencari ilmu atau dapat kita
artikan Pendidikan tidaklah memandang gender sesuai dalam hadist yang sangat popular,
yaitu mengenai kewajiban menuntut ilmu sebagai berikut :
طَلَبُ اْلعِلْمْ فَرِثْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
"Menuntut
ilmu adalah kewajiban bagi setiap individu muslim."
Diriwayatkan
Ibnu Majah, dan dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam Shahih wa Dha'if Sunan
Ibnu Majah no. 224. Kata – kata “ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ” yang berarti atas
setiap muslim tidaklah menunjukkan laki – laki saja ataupun perempuan saja,
namun universal pada setiap orang yang beragama islam diwajibkan untuk menuntut
ilmu, ilmu apapun wabil khusus ilmu syar’i.
Kemudian
ditegaskan dalam QS. Al mujadalah ayat 11, yang berbunyi :
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡۤا اِذَا قِيۡلَ لَـكُمۡ تَفَسَّحُوۡا فِى
الۡمَجٰلِسِ فَافۡسَحُوۡا يَفۡسَحِ اللّٰهُ لَـكُمۡ ۚ وَاِذَا قِيۡلَ انْشُزُوۡا فَانْشُزُوۡا يَرۡفَعِ اللّٰهُ الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا مِنۡكُمۡ ۙ وَالَّذِيۡنَ اُوۡتُوا الۡعِلۡمَ دَرَجٰتٍ ؕ وَاللّٰهُ بِمَا تَعۡمَلُوۡنَ خَبِيۡرٌ
Artinya
: wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, "Berilah
kelapangan di dalam majelis-majelis," maka lapangkanlah, niscaya Allah
akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, "Berdirilah
kamu," maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat)
orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa
derajat. Dan Allah Maha teliti apa yang kamu kerjakan.
Didahului hadist yang
menyeru kewajiban dalam menuntut ilmu, maka di surat al mujadalah ayat 11
adalah hasil yang akan didapatkan untuk orang -
orang yang bersedia menuntut ilmu yaitu akan diangkat derajatnya disisi
Allah SWT. beberapa derajat, hal ini membuktikan bahwa keutamaan dalam menuntut
ilmu dibandingkan orang yang jumud akan ilmu. Setelah seruan kewajiban serta
keutamaan menuntut ilmu, Rasulullah SAW. Bersabda :
تَعَلَّمُوْاوَعَلِّمُوْاوَتَوَاضَعُوْالِمُعَلِّمِيْكُمْ وَلَيَلَوْا لِمُعَلِّمِيْكُمْ ( رَواهُ الطَّبْرَانِيْ)
Artinya,
"Belajarlah kamu semua, dan mengajarlah kamu semua, dan hormatilah
guru-gurumu, serta berlaku baiklah terhadap orang yang mengajarkanmu." (HR
Tabrani).
Didalam
menuntut ilmu terdapat nilai – nilai yang harus dipegang oleh pencari ilmu, salah
satu yang terpenting adalah menghormati guru. Seseorang yang berjasa mengubah
dari seseorang yang belum dan tidak tahu akan suatu ilmu menjadi orang yang
berilmu. Sangat disayangkan sekali jika ada seorang murid berani bahkan tidak
menghormati gurunya, bisa jadi ilmu yang didapatkan tidak berkah jika sang guru
tidak meridhoinya, wallhu’alam bisshowab.
Dari perspektif saya
sendiri sebagai seorang perempuan yang antusias serta sangat bangga jika
melihat sesama perempuan berhasil dalam meraih pendidikan setinggi – tingginya,
serta yang bersemangat akan mencari ilmu dan penasaran akan ilmu baru. Dalam sebuah kajian keperempuaan yang saya
ikuti beberapa hari yang lalu yang diisi oleh ibu Ratih Nur Anggraini, M. Sc dan
sedang menyelesaikan PhD engineering mathematics di University of Bristol, UK. Beliau
mengatakan alasan seorang muslimah harus berpendidikan mencakup 3 hal, yaitu :
1. Madrasah pertama bagi
anak – anaknya
2. Partner bagi suami
3. Da’i bagi masyarakatnya
Madrasah
bagi anak – anak kita kelak adalah dasar yang paling utama mengapa kita
(perempuan) harus berpendidikan. Tidak mungkin kita sebagai orang tua menjadikan
penerus kita seseorang yang lemah secara akal maupun fisik, sedangkan hal
apapun itu perlu dipelajari dalam Pendidikan formal maupun non formal. Kemudian
partner bagi suami adalah impian bagi perempuan yang bisa menjadi partner dalam
berbagai aspek kehidupan, tidak hanya aspek biologis saja namun menjadi partner
diskusi, partner menyelesaikan berbagai masalah didalam rumah tangga. Yang terakhir
adalah da’i bagi masyarakat ialah orientasi dari ayat al – quran yang
menyebutkan bahwa hendaklah segolongan orang menyeru kepada kebaikan dan
mencegah dari yang mungkar tidak lain ialah peran seorang da’i, namun da’i
disini tidak hanya terfokus pada seseorang penceramah, dapat diartikan
seseorang yang menyeru pada kebaikan entah itu dalam aspek apapun dan dimanapun,
dan sesungguhnya yang terpenting adalah dimulai dari diri sendiri. Dengan begitu
dapat berkolerasi dengan ayat al qur’an lainnya yaitu sebaik – baik manusia
adalah yang bermanfaat bagi yang lainnya.
Benang merah pada
tulisan kali ini ialah jangan sampai terlenanya generasi muda karena kemudahan
akses pendidikan yang akhirnya menyesampingkan pendidikan itu sendiri sehingga belum
siapnya generasi muda untuk menggantikan serta melanjutkan perjuangan generasi
sebelumnya yang telah menyuarakan nilai – nilai keadilan dan lain sebagainya. Jadi
seberapa pentingkah pendidikan bagi generasi muda? terkhusus bagi perempuan? Jawabanya
setelah pembaca menelaah tulisan ini, semoga bermanfaat. Fastabiqul Khoirot!