Kutu Buku
Betapa dungunya orang-orang yang tak mau membaca, dia hanya berputar dengan opininya sendiri dan opini orang-orang sekitarnya yang belum tentu membaca buku juga mereka sama-sama dungunya. Sangat sayang sekali, mereka tak membaca pikiran orang-orang maju dalam berpikir, orang-orang jenius dengan penemuan katanya serta sangat disayangkan pikiran mereka tak berkembang dan stagnan karena taka da pemantik dari pikiran orang-orang hebat.
Orang-orang yang membaca akan merasa semakin tidak tahu apa-apa karena pengetahuan yang ia miliki benar-benar tak seberapa, jadi apakah sampai sini masih tak ingin merubah pola hidupmu? Ternyata health lifestyle tak hanya tentang tubuh saja namun otak juga perlu nutrisi selain dari makanan tentunya bacaan edukatif ataupun wawasan akan hal baru sangat dibutuhkan.
Dalam buku spiritual reading memberitahukan bahwa orang yahudi tak takut dengan kaum muslimin, dikarenakan minat baca kaum muslimin yang rendah menjadikan kaum yang jumud serta tertinggal. Jadi apakah kita sebagai generasi penerus akan melanjutkan kejumudan tersebut?
Setidaknya berfikirlah untuk generasi setelah kita, anak-anak kita agar lebih baik habbit mereka dengan kita perkenalkan dengan kebiasaan membaca, dalam spiritual reading juga membaca ternyata bukan sekedar hobi namun suatu kebutuhan. Kebutuhan setiap orang bukan sekedar hobi beberapa orang yang sering dijuluki kutu buku, orang norak dan lain-lain stereotip yang menempel pada orang yang gemar membaca.
Namun perlu diperhatikan juga bahwa bahan bacaan juga perlu di sortir, difilter tak hanya dalam memilih lingkungan pergaulan. Dalam memilih bahan bacaan juga perlu kita filter mana bacaan primer hingga tersier, tips untuk pemula ialah bacalah buku yang menarik perhatian dan konsisten untuk menyelesaikannya. Setelah itu akan ada masanya bahan bacaan akan berkembang dari bacaan ringan ke bacaan yang agak berat.
rekomendasi buku : spiritual reading