Social Media Mask
Istilah social media adalah media yang digunakan untuk berinteraksi social tanpa bertatap muka secara langsung. Yang mana para pengguna tidak memerlukan fisik untuk saling bersosialisasi.
Namun belakangan social media menjadi ajang untuk memposisikan diri di strata ataupun status social tertentu, atau lebih tepatnya agar di pandang sebagai strata tertentu yang dampaknya menjadi apa – apa yang terpampang di social media adalah sesuatu yang semu, bukan aslinya, atau sesuatu yang dibuat – buat yang bertujuan menyenangkan penontonnya (red. Friends in social media).
Dari pembahasan tersebut sehatkan social media untuk saling berinteraksi ? jika di awalnya saja terdapat banyak topeng yang digunakan, untuk memenuhi nafsu agar disukai friends in social media dengan tidak menjadi diri sendiri, banyak penelitian bahwa bahaya social media yang berdampak pada anxiety. Darimana bahayanya? Banyaknya cyber bullying yang sudah tak kenal tempat entah berdasarkan fakta maupun haox semata, maraknya berita tanpa asal usul yang jelas, memicu orang – orang bersumbu pendek saling adu argument yang entah berdasar ataupun tidak. Sama sekali tidak mencerminkan sebuah kemajuan jika penggunaan social media berakibat demikian.
Harus ada hubungan sehat antara pengguna serta media sebagai alat perantara yang menunjukkan kemajuan peradaban dan zaman. Yaitu sebuah kesadaran positif untuk memanfaatkan social media dengan bijak bukan untuk kepentingan segelintir golongan bahkan individu serta pihak – pihak komersial.
Kapan ? rasanya tidak akan pernah terjadi… entahlah, setidaknya kegelisahan ini terungkapkan.