Minggu, 19 November 2017

my little princess

betapa menyesalnya ketika kesadaran itu baru mucul ketika dunia khayalan berubah menjadi dunia kejam yang mau tidak mau harus di jalani oleh orang - orang yang disebut sebagai "orang dewasa".
ternyata aku mempunyai seseorang yang menganggapku sebagai seorang panutan, seorang yang tersayang, sebagai seorang kakak. dialah adikku, she is Ghoitsa Nabila Shofa.

I 'am sorry dear,dahulu memang egoistik yang aku kedepankan. dari pertama dia lahir seakan aku punya saingan baru. tapi, ketika dia beranjak dewasa banyak orang yang membeda - bedakan antara aku dan dia. awalnya aku biasa saja hampir tidak merespon ada kejanggalan sama sekali, but ketika dia mulai masuk pondok sekarang alumniku, dan akhirnya setelah 4 hari dia out. gatau ya kenapa bisa kejadian seperti itu, tapi aku mendengar desas - desus sana sini kalau banyak yang mengatakan ko adeknya si A beda banget ya...ohh demi apa, mereka hanya suka mengkritik sesuatu tanpa sadar bahwa hati seseorang tidak semua tebal seperti tembok, apalagi seorang gadis kecil yang baru menginjak sekolah menengah atas.

setelah out dari penjara suci, dia melanjutkan study nya ke SMP swasta negeri. By the way dia satu - satunya anak dari bapak sutaji yang tidak merasakan penjara suci kurang lebih 4 hari aja (-___-), but aku menyayangkan sekali karena dia ga ada bekal untuk aqidah maupun akhlaqnya tapi memang dia sangat berkembang di tempat dia berada, dia menjadi anak emas di sana sering mengikuti ajang bergengsi khususnya di bidang matematika, selain menaikkan pamor sekolah (mama emang yang nyetting kali ya :D) akhirnya di tahun ketiganya Alhamdulillah dia satu - satunya SMP swasta yang masuk ke sekolah paling kece di kotaku, SMANSA. congrat my dear :)



aku alay di ajarin sama dia XD "focus on hand"
at Alexandria
                                                                    


Tidak ada komentar:

Posting Komentar